304 North Cardinal St. Dorchester Center, MA 02124
Lights Beneath the Hills
Saya mengambil foto ini pada malam hari di Agrowisata Gunung Sari, sebuah tempat yang pada awalnya saya kunjungi hanya untuk mencari suasana segar setelah hari yang melelahkan. Namun, sesampainya di sana, suasana justru membuat saya berhenti sejenak. Udara pegunungan yang dingin, aroma tanah yang lembap, dan suara serangga yang samar-samar terdengar menciptakan atmosfer yang sulit ditemukan di tengah hiruk pikuk kota. Ketika saya melihat ke arah lembah, tampak deretan cahaya kota menyala satu per satu seiring turunnya malam.
Dari kejauhan, lampu-lampu itu terlihat seperti kumpulan bintang yang jatuh ke permukaan bumi. Aliran cahaya yang tidak beraturan membentuk pola yang unik, dan dari titik pengamatan saya, garis cahaya tersebut tampak seperti sungai yang bercahaya. Pada saat itu, saya merasakan bahwa kota memiliki kehidupan yang berbeda ketika dilihat dari ketinggian. Bukan lagi tentang kemacetan, kebisingan, atau kesibukan, tetapi tentang denyut cahaya kecil yang diam-diam bekerja menjaga kehidupan manusia.
Saya memotret momen ini bukan sekadar karena keindahannya, tetapi karena suasana hening yang menyertainya. Ada ketenangan yang sulit dijelaskan, terutama ketika angin malam mulai bertiup dan udara pegunungan menyentuh wajah saya. Malam itu terasa sangat panjang, seolah-olah waktu sengaja melambat agar saya bisa menikmati setiap detik.
Foto ini bagi saya adalah representasi hubungan antara manusia, cahaya, dan alam. Di balik gemerlap lampu kota, selalu ada ruang sunyi seperti Gunung Sari yang menawarkan perspektif berbeda. Di titik inilah saya menyadari bahwa fotografi bukan hanya dokumentasi visual, tetapi juga cara untuk mengabadikan perasaan yang muncul pada momen tertentu—perasaan bahwa walaupun dunia terasa ramai, selalu ada tempat yang tenang untuk kembali bernapas.
